OTOMOTIFZONE88 - Perusahaan yang bergerak di bidang teknologi seperti Google
dan Baidu sibuk mengembangkan mobil tanpa sopir (driverless car) dan sanggup
menyetir sendiri tanpa butuh bantuan manusia.
Teknologi ini akan terdengar praktis, namun bukannya tanpa
konsekuensi yang lain.
Selain faktor keamanan, hal lain yang juga dikhawatirkan
adalah soal “penyalahgunaan” oleh para penumpang nakal, seperti yang di
bicarakan pendiri grup konsultasi Canadian Automated Vehicle Center of
Excellence.
“Saya memprediksi , Jika
teknologi yang mengemudi, maka akan ada kegiatan seks jauh lebih
meningkat daripada sekarang,” kata Barrie Kirk .Jumat (6/5/2016).
Tentu, bersenggama dalam mobil yang tengah berjalan
merupakan kegiatan yang berbahaya. Bukan cuman buat privasi, tetapi jugabuat
keamanan dan keselamatan.
Ini terutama berlaku untuk mobil-mobil yang belum sepenuhnya
bisa menyetir sendiri (semi-driverless) .Dan tetap akan butuh kendali manusia,
seperti misalnya mobil listrik Tipe S dari Tesla .Dan menyediakan fitur
auto-pilot.
Para pemilik mobil semi-driverless selama ini diketahui
cenderung terlalu percaya dan manfaatkan fitur autopilot untuk menyetir
kendaraan selagi mereka melakukan kegiatan lain .
Tesla menjanjikan mobil listrik buatanya akan sepenuhnya
driverless alias bisa menyetir sendiri, Didalam waktu dua tahun ke depan. Dan
bukan tak mungkin ramalan Kirk di atas bakal menjadi kenyataan,

No comments:
Write comments