OTOMOTIFZONE88, JAKARTA – Laba BMW AG melemah 2,5% pada
kuartal pertama tahun ini karena perusahaan sedang berinvestasi pada teknologi
baru seperti mobil otomatis demi mempertahankan setatusnya sebagai produsen
kendaraan mewah terbesar di dunia.
Berdasarkan pernyataan perusahaan yang dirilis hari ini,
laba sebelum bunga dan pajak turun ke 2,46 miliar euro (US$2,84 miliar) dari
2,52 miliar euro tahun lalu. Angka ini lebih rendah dari prediksi delapan
analis yang disurvei Bloomberg yang mencapai 2,52 miliar euro.
Sementara itu, porsi laba dari produksi mobil turun menjadi
9,5% dari pendapatan dari 0,5% pada periode yang sama tahun lalu.
“Faktor yang menentukan bagi kami bukan keuntungan jangka
pendek, tetapi pertumbuhan yang berkelanjutan. Kami bermaksud untuk menjadi
perintis dalam mengubah dan membentuk mobilitas individu ke depannya,” kata CEO
BMW Harald Kuerger seperti yang dikutip dari Bloomberg, Selasa
(3/5/2016).
BMW sedang beradaptasi dengan meningkatnya kompetisi dengan
pesaing lain Mercedes-Benz dan pendatang baru seperti Tesla Motors Inc menyusul
pertumbuhan usaha melambat dikarenakan jajaran produk perusahaan yang sudah
tergolong tua.
Di tengah rencana pengembangan mobil listrik otomatis untuk
menggantikan BMW seri 7 sebagai model andalannya, perusahaan sedang mencari
cara untuk memenangkan persaingan dengan Mercedes karena perusahaan tersebut
menggenjot produksi dua kali lebih cepat dari BMW pada kuartal pertama.
Produsen mobil yang berbasis di Munich itu berencana untuk membiayai investasi
teknologi baru dengan meluncurkan sedan seri M serta sport utility vehicle
(SUV)

No comments:
Write comments