OTOMOTIFZONE88,Jakarta ‐ Makin meningkatnya populasi motor
di Indonesia membuat industri suku cadang sangat potensial. Federal Parts,
sebagai salah satu merek suku cadang terkemuka di Indonesia, optimis penjualan
suku cadang mereka masih akan terus meningkat.
Asiknya lagi, Federal Parts produknya sudah tersebar luas
karena jaringan pemasarannya meliputi 50 main dealer, 23 sales office, dan
hampir 10.000 toko atau bengkel.
Terlebih lagi, Federal Parts menjadi salah satu pilihan
masyarakat karena kualitasnya diproduksi sesuai dengan standar kualitas yang
tinggi dan cocok untuk semua merek motor yang beredar di Indonesia, seperti
Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki.
"Dari tahun ke tahun, potensi pasar otomotif Indonesia
tidak berkurang, baik di kategori roda empat maupun roda dua. Di industri roda
dua, pada tahun 2015 lalu saja ada 6.480.155 unit motor yang terserap di pasar
domestik. Tahun ini diperkirakan angka itu akan naik," menurut Yusak
Kristian, salah satu direktur yang membawahi Federal Parts dalam siaran persnya
(2/5)
Dengan tambahan itu, maka total kendaraan roda dua yang ada
di Indonesia meningkat menjadi 80,1 juta unit, dengan populasi skuter
mendominasi. Angka itu juga masih harus ditambahkan dengan 1,5 juta unit motor
yang sudah terserap pasar selama rentang Januari hingga Maret 2016 ini.
"Melihat besarnya populasi motor di Indonesia, kami
yakin potensi Federal Parts untuk berkembang masih sangat terbuka,"
tambahnya.
Penetrasi pasar pun terus dilakukan. Federal Parts pada 2015
mencatatkan peningkatan penjualan sebesar kurang lebih 5 persen bila
dibandingkan dengan 2014. Dan angka itu meningkat tajam di tahun 2016 ini.
Pada penjualan Januari sampai Maret Federal Parts mampu meningkatkan
penjualan hingga lebih dari 10 persen bila dibanding periode yang sama tahun
2015.
"Tren peningkatan ini bisa kami jaga karena Federal
Parts memiliki ragam produk yang lengkap untuk berbagai motor, serta di dukung
jaringan pemasaran yang luas. Tak lupa kualitas tinggi kami jaga sambil tetap
membuat harga Federal Parts terjangkau masyarakat,"
DIMAS PRASTIO

No comments:
Write comments